Langsung ke konten utama

Siapakah Saya ?

 Aginta atau yang sering disapa dengan Agin, Ginta bahkan pernah dipanggil Opung ketika masih bersekolah di salah satu SMK di Kota Medan. Seorang pria bontot yang saat ini sedang belajar dan berproses agar menjadi Filmaker di masa depan (ya semoga terwujud, Amin). Berlatar belakang pendidikan SMK jurusan Multimedia pada saat itu, membawa pria ini ingin mendalami pengetahuan dibidang audio-visual (Film). Selain itu juga ia ingin mencoba mendalami film terkhususnya pada bidang Production Department yaitu salah satu contohnya produserial (Pemimpin produksi film) atau mungkin bisa beralih menjadi Sutradara juga. 
 Di bawah ini merupakan hasil karya saya, selamat menonton :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

K19- Astrid Lindgren: Emil Dari Lonneberga

Emil  ( )

BERGERAK BERSAMA

 Menggerakkan Orang-Orang  ELLON MUSK (Musk Mania)    Pada Buku MUSK MANIA terkhususnya Prinsip V "Menggerakkan Orang-Orang"  Bergerak Bersama suatu hal untuk mencapai kesuksesan yang sulit digoyahkan. Berani berinovasi dan berkolaborasi disetiap langkah hidup maupun dipekerjaanmu akan berdampak baik bagi kehidupanmu dimasa depan, jenjang karir dan juga bertambahnya jaring relasi.  Dibalik pembuatan konten ketujuh ini begitu nyantai dan tidak ada gangguan baik itu dari internal maupun eksternal. Cuman ada halangan kecil yang terjadi yaitu hujan rintik-rintik. Harap dimaklumi, karena Desember ini rawan musim penghujan.  Jika ingin mengetahui lebih lengkapnya, silahkan kelen buka lalu dengerin di Spotify. Link ada di bawah ini.  (Embed) Spotify  Aginta Pramana/ Menggerakkan Orang-orang/ Hans van der Loo & Patrick Davidson/ 2019 Selengkapnya tentang pribadi saya, sila kunjungi website ini : AGINTAPRA #Magang #MuskMania #HansVanDerLoo #P...

Hedon Jekardah

 Jakarta, Oh Jakarta Bambang J. Susilo (2013) Orang-orang perantauan yang berusaha menaklukkan ganasnya kehidupan di ibukota negara. Menceritakan suka duka sejumlah orang yang merantau ke ibu kota negara dengan pengalaman yang begitu beragam, mulai dari tragedi, komedi, dan juga asmara. Jakarta itu sebuah kota harapan bagi warga yang berasal dari kampung/ desa/ luar wilayah Jabodetabek dikarenakan disanalah surganya pekerjaan dalam kata lain lapangan pekerjaan sungguh melimpah ketimbang daerah lainnya. Selain melimpahnya lapangan pekerjaan, gaji (pendapatan) pun bisa dikategorikan sangat enak cukuplah untuk makan 3x sehari, jajan, keperluan ATK/ untuk mandi. Namun semua itu hanyalah khayalan belaka. Ketika orang-orang (perantau) sudah tiba di Jakarta bukannya mereka langsung dapat pekerjaan, justru mereka masih luntang-lantung. Kesana kemari membawa lamaran dan memasukkan ke beberapa tempat yang dituju.   Aginta Pramana/ Jakarta, Oh Jakarta!/ Bambang Joko Susilo/ 2013 Selengka...